Senin

 Senin.

Akhir-akhir ini aku mendengar curhatan roni, memutuskan untuk mencukupkan perkataan tentang hati yang baru saja patah tidak segampang yang aku kira.

Roni yang masih mengharap rani kembali, sementara Rani masih menjadi orang yang sama—membiarkan perasaan lenyap dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Meski begitu Roni akan selalu aku kenang sebagai seorang revolusioner yang dengan gagah memproklamasikan perasaan, meski jauh dari kemerdekaan yang selama ini dia idamkan.

Salam hormat untuk setiap pejuang yang ada di muka bumi. Berhasil atau gagal kau boleh coba lagi, asal ingat setiap hati ada batas cukup untuk tidak terluka lagi dan lagi.

Sejak itu pula aku turut berduka cita untuk cinta yang harus menelan rela, turut bangga juga atas cinta yang jujur meski harus melibatkan lara, menyambut dengan bahagia untuk cinta yang baru.

Ini aku, lelaki berusia 20 tahun tanpa kenal tetapi. Sedikit meratapi, lebih banyak menikmati. Sebab untuk apa mengkhawatirkan hal yang kemungkinan memang tercipta untuk berakhir menjadi sia-sia.

Menurutku hidup memang perlu omong kosong, penolakan, diasingkan, dan tidak dihargai. Ah, cukup senang mengetahuinya bahwa aku melewati hal-hal itu sembari menikmati secangkir kopi hangat.

Komentar

Postingan Populer