CLUB 27
Entah ini memang fenomena yang lumrah pada manusia atau dengan bertambahnya satu angka dari umur membuatku merasakan bab baru dalam satu judul yang sama. Pertama, aku harus menemukan circle yang mampu memupuk untuk tetap terus tumbuh tanpa harus mengkerdilkan golongan A, B, dan C. Ditambah dengan akhir-akhir ini aku kerap melihat manusia yang dulunya suka dengan kegilaan kini mereka justru sibuk dengan hal-hal yang menghantarkan pada kenyamanan. Cerita yang dulu tentang kemesraan harus berganti dengan usaha-usaha yang tengah dirintis atau bidang pekerjaan yang saat ini ditekuni. Tidak ada lagi keluhan konyol karna gaji kecil, jam kerja yang tidak masuk akal, jobdesk enggak ngotak atau target mematikan dari perusahaan. Pun aku tidak pernah menduga bahwa sekarang ada pada tahap HIDUP YA TETAP HIDUP. KITA TIDAK PERNAH BENAR-BENAR PEDULI SIAPA BESOK YANG AKAN MATI, PEMAKAMAN SEDERHANA SUDAH CUKUP UNTUK MELEWATINYA. 1, 2, 3, atau bahkan 4 kita hanya terfokus pad...

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)