27th
Aku berada tepat di ujung kehidupan. Maksudku pada usia yang sangat matang atau cukup untuk menghancurkan bangunan dengan isi kepalaku. Sudah berhenti aku untuk mengkonsumsi reaksi dari aksi orang lain, itu tidak berarti apa-apa.
Dengan rasa cemas bertahun ini, tidak. Aku sudah berhenti berasumsi bahwa masa depan adalah hal yang indah. Terkadang dalam beberapa hal dan kejadian bahwa kenyataan tidak sedahsyat yang dipikirkan.
Kisah cinta yang telah lama aku tinggalkan, aku buang ke tempat sampah saat aku melangkah menuju rumah dengan terpaksa harus aku pungut kembali dari tempat sampah yang berbeda.
Di jalan ini aku adalah ksatria. Menuju remuk yang tak terelakkan. Hancur berkeping tak berharap di satukan. Acak corak tanpa celah. Semua tidak berarti apa pun.
Bu. Jalan begitu panjang dan juga sunyi. Aku mendapati engkau di persimpangan itu, ada di antara titik butaku. Ku nekatkan meninggalkanmu dalam pekat yang gelap dan aku tak pernah berpikir akan bisa memasukinya.
Maka biarkan aku kembali untuk mencari yang hilang.

Komentar
Posting Komentar