Setengah matang

Di sini sepi. Hening sukar membias, tak ada kata yang indah. Semua menuju pada kematian. Aku tengah menunggu yang tak mungkin datang. Jika kau lihat fajar terbit, maka sebaiknya kau luangkan waktu untuk menyimpannya.

Banyak penggemar yang kehilangan arah, tak sedikit penopang pondasi melarikan diri. Kita berada di ambang ketiadaan. Lantunan mesra kehilangan acap kali terdengar, sorot mata yang tak ingin kau bayangkan pun kerap hadir dalam bentuk yang paling kau rindukan.

Pelukan, sapaan, serta ungkapan sederhana dini hari tak pernah lagi terdengar. Bualan berbungkus fiksi, racikan dari inti bumi tak mampu membantumu menahan tegaknya kemanusiaan.

"Namun aku akan tetap di sini, melihatmu bernyanyi pada malam hari. Tanpa henti, tanpa pernah kau peduli untuk telinga mana yang kelak memaki"

Maka sambutlah ia si lalai dari seberang sana. Negeri yang begitu jauh bahkan aku sendiri tak pernah tahu akan kultur apa yang ada di sana.

Komentar

Postingan Populer